Senin, 25 Maret 2024

Peternakan Ikan Hemat Modal: Rahasia Sukses Dari Nol Hingga 56 Kolam!

Bapak Ahmad Syihab Udin, pemilik usaha Kilang Tilapia yang berada di Kabupaten Kediri, Jawa timur. Pada 2003 ia sempat bekerja di bagian penjualan dan pemasaran peternakan unggas, hingga akhirnya pada 2010 ia memutuskan untuk fokus beternak ayam petelur. Kemudian pada 2015 merambah ke budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan kandang ayam.

Perjalanan bisnis Bapak Syihab begitu baik, hingga pada 2019 terkena badai covid-19, usaha ayam petelurnya mengalami kebangkrutan & Untuk bangkit ia membutuhkan banyak modal lagi. Sehingga karna hal tersebut ia memutuskan untuk memulai usaha peternakan ikan yang membutuhkan modal yang lebih sedikit dibandingkan dengan peternakan unggas.

Berawal dari 4 Kolam Bundar, kini budidaya ikan nilanya sudah memiliki 36 kolam. Sekitar 100 ikan per meter kubik ditebar, jadi sekitar 1.200 ekor ikan perkolamnya, dengan harapan bisa panen 200 hingga 250 kilogram dalam jangka waktu tertentu.

Tertarik untuk mengikuti jejak perjalanan kilang tilapia? simak kisahnya hanya di video ini.


Senin, 18 Maret 2024

ASN Punya Usaha Sampingan Penggemukan Sapi Super! Hasil Maksimal Untung Melimpah

Bapak Yustinus Danang, di balik kesibukannya sebagai seorang ASN Kementrian wilayah Jakarta, beliau memiliki usaha sampingan berternak sapi di kampung halamanya di kabupaten Wonogiri. Peternakannya diberi nama Lemoo Farm yang memiliki arti lemu atau gemuk. Alasanya berternak sapi karena ia terinspirasi dari bapaknya yang bisa mengkuliahkan anak-anaknya dari berternak sapi. Selain itu, peternakan sapi memiliki potensi bisnis yang baik untuk kebutuhan akikah dan Idul Adha

Peternakan sapi Lemoo Farm berfokus pada penggemukan sapi (fattening). Menurut beliau, 70% biaya operasional sapi ada di pakan, untuk meminimalisir biaya operasional, di peternakannya menggunakan pakan dari limbah pertanian seperti ampas tahu dan jagung sebagai sumber pakan.

Tidak hanya itu, Lemoo Farm telah menjadi pilihan utama para pejabat dan artis ibu kota untuk mencari hewan kurban berkualitas setiap tahunnya. Selain sapi, peternakan ini juga memiliki kandang penggemukan kambing dan domba dengan populasi ratusan ekor.

Ingin mengenal lebih jauh kisah inspiratif di balik Lemoo Farm, jangan lewatkan menonton video berikut ini.


Senin, 11 Maret 2024

Perjuangan Merintis Usaha Apotek! Awal Buka Usaha Langsung Minus

Dalam video kali ini, Mas Nurmadinsar Pratama, seorang ASN apoteker di Pukesmas Pagerwojo, Tulungagung dan pemilik Apotek Tirta Farma, berbagi pengalaman dan latar belakangnya. Ia awalnya memiliki impian untuk menjadi seorang dokter, namun akhirnya menemukan kecocokan di dunia Farmasi dan mendirikan apoteknya sendiri.

Mas Nurmadinsar menekankan pentingnya pelayanan yang berfokus pada pasien dan memberikan obat yang tepat, serta mengungkapkan keyakinan, tekad, dan peran doa dalam menjalani perjalanan bisnisnya.

Simak kisah lengkapnya hanya di liputan video berikut ini.

Senin, 04 Maret 2024

Petani Cantik Usia 24 th! Berdayakan Petani Bawang di Desanya Jualan Online

Seorang wanita muda berusia 24 tahun, yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan di perusahaan Eiger, mengambil keputusan berani untuk beralih profesi menjadi petani bawang merah di Nganjuk, Jawa Timur. Meskipun bukan lulusan pertanian, wanita ini, yang lebih dikenal sebagai petani bawang merah, berhasil membuktikan bahwa tekad dan kerja keras dapat membawa sukses di dunia pertanian.

Dalam perjalanan hidupnya, sang petani muda ini, yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian, merantau ke Surabaya untuk mencari modal guna mewujudkan cita-citanya sebagai petani bawang merah. Dengan lulus dari SMK jurusan multimedia pada tahun 2017, ia kemudian memutuskan untuk memulai perjalanan pertanian dengan semangat dan tekad tinggi.

Kisahnya penuh perjuangan, di mana ia mengalami kegagalan panen sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Namun, semangat dan keyakinannya tidak pernah luntur. Melalui upaya kerasnya, ia berhasil mengumpulkan modal dan membeli lahan pada tahun 2020, meskipun mengalami kerugian hampir 50% dari lahan seluas 2.500.

Menghadapi berbagai tantangan di dunia pertanian, seperti serangan ulat dan busuk batang, sang petani muda ini tidak menyerah. Ia mencari inovasi dengan menjual bawang merah secara online melalui TikTok Shop. Keputusannya untuk berjualan online berhasil memberikan omset harian hingga puluhan juta rupiah, membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk memasarkan produk pertanian.

Dengan omset yang terus meningkat, sang petani muda ini tidak hanya mencapai kesuksesan finansial, tetapi juga memberikan inspirasi kepada wanita muda lainnya untuk mengejar cita-cita mereka. Ia menekankan pentingnya kombinasi antara kerja keras dan cerdas serta mengajak seluruh wanita muda di Indonesia untuk tidak menunda-nunda mengejar cita-cita mereka.

Simak kisahnya hanya di video berikut ini.


Peternakan Sultan Ala Gen Z Kandang Kambing Super Bersih Dan Mewah

Peternakan sering diidentik dengan tempat yang kotor dan bau, sehingga banyak orang enggan untuk melirik sektor peternakan. Dengan stigma te...