Senin, 26 Agustus 2024

Dari Kamar 2x3 Meter Bisa Beli 4 Rumah dengan Usaha Bawang Goreng Modal Awal Cuma 50 Ribu loh

Ibu Anik, seorang Mantan Asisten Rumah Tangga (ART) asal Sukoharjo memulai bisnis Brambang Goreng (Bawang Goreng) karena faktor ekonomi keluarga yang minim. Penghasilan dari pekerjaan ART dan Suami yang berjualan sayur dirasa belum mencukupi kebutuhan keluarga.

Kondisi anak sulung Ibu Anik yang juga membutuhkan perhatian khusus membuat Ibu Anik berencana membangun sebuah usaha sederhana guna menambah pendapatan keluarga. Tahun 2014, bermodalkan 50ribu rupiah dan kamar selebar 2x3 meter, Ibu Anik memulai bisnis Bawang Goreng. Penggunaan alat yang sederhana dan pemasaran dari pintu ke pintu, tidak menyurutkan semangat Ibu Anik untuk terus memasarkan Bawang Goreng buatannya.

Setiap hari bersama dengan anaknya, Ibu Anik berjualan dari rumah kerumah, dan kantor ke kantor. Tanpa terasa, kerja keras Ibu Anik membuahkan hasil manis. Penjualan yang sebelumnya hanya mencapai beberapa toples per hari saat ini sudah menjadi ratusan toples perharinya. Kantor dan rumah yang dahulu dijalani, kini telah menjadi re-seller Bawang Goreng buatan Ibu Anik.

Kesuksesan ini telah mengantarkan Ibu Anik sampai memiliki 4 rumah dan puluhan pekerja. Pekerja tersebut berasal dari tetangga sekitar rumah Ibu Anik. Bisnis Brambang Goreng ini juga tidak menggunakan mesin/alat pengupas demi tujuan mulia Ibu Anik : meraih berkah melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Kisah Inspiratif Sukses Brambang Goreng Ibu Anik, Berkah dan Cuan! Tonton video lengkapnya untuk dapat inspirasi ya!


Senin, 19 Agustus 2024

DULU NYUCI PIRING SEKARANG PUNYA PERUSAHAAN BESAR FORWADING DI JAKARTA, TIPS JIKA INGIN HIDUP SUKSES

MERANTAU KE JAKARTA TANPA BERBEKAL UANG, JATUH BANGUN PERJUANGAN BERTAHAN HIDUP DI IBU KOTA HINGGA BISA MEMILIKI PERUSAHAAN BESAR.

Bapak Achmadi dan Ibu Puji couplepreneur yang saat ini berhasil mendirikan perusahan PT. Anugerah Agung Abadi Logistik di Jakarta. Perusahaan itu dibangun selepas mereka resign dari pekerjaan yang justru sudah mereka jalani belasan tahun.

Usia yang tidak muda lagi ketika mereka resign tak menggetarkan tekad mereka untuk membangun bisnis. Kisah pilu perjuangan Bapak Achmadi merantau dari luar pulau tanpa berbekal uang pun sangat menginspirasi sekali. Bagaimana beliau mampu bertahan hidup tanpa meminta belaskasihan orang di Jakarta sungguh luar biasa patut jadi teladan.

Demi bertahan hidup beliau rela jadi tukang cuci piring, jadi kuli tebang kayu, dan lainnya bagaimana seorang Ibu Puji berjuang merintis bersama suaminya tinggal di kontrakan kecil di Kota Jakarta tanpa mengeluh demi mewujudkan mimpi mereka, tonton selengkapnya di video berikut ini ya.

 

Senin, 12 Agustus 2024

NGOMSET TEH TARIK 70.000 CUP/HARI, MANTAN PEGAWAI BERBISNIS MODAL 5 JUTAAN SUKSES BANGUN BISNIS

LUDES 70.000 CUP DALAM SEHARI, SUKSES BISNIS TEH TARIK
MEMILIH RESIGN DI USIA TUA DEMI BERJUANG MENUTUP HUTANG RIBA.

Cerita sukses kali ini berasal dari pengusaha di Kabupaten Bandung, tepatnya di Rancaekek.
Adalah Bapak H. Kuswara owner dari Teh Tarik Hanaang. Sebelum memiliki usaha teh tarik, bapak kuswara adalah seoarang karyawan yang sudah bekerja kurang lebih selama 36 tahun.

Penghasilan yang tidak begitu besar sebagai seorang karyawan membuatnya terlilit hutang dikarenakan kebutuhan hidup.
Singkat cerita, beliau sudah jenuh dengan kondisi yang ada dan ingin keluar dari jerat hutang dan riba.

Akhirnya bapak Kuswara memberanikan diri untuk memulai usaha. Berbekal ide yang ditawarkan suadaranya didaerah Bekasi, Bapak Kuswara dan istrinya memulai untuk membuat teh tarik. 

Sambil merintis usaha, beliau masih bekerja. Fase kesulitan dalam merintis usaha pun beliau jalani bersama istrinya. menjajakan minuman bersama istrinya sambil panas-panasan pun dilakukannya. Bahkan diceritakan olehnya awal-awal jualan, beliau dan istrinya membawa 100 cup dan hanya laku 7 cup saja.

Namun kesabarannya membuahkan hasil, usaha yang dirintisnya ini terus mengalami peningkatan dan akhirnya Bapak Kuswara pun resign.

Bagaimana perjuangan bapak Kuswara dan istrinya sampai berhasil membangun pabrik dan menjual teh tarik hingga 70.000 cup per hari ?
Bagaimana usaha ini bisa berhasil tanpa mengandalkan dana investor dan hutang riba ?

Yuk simak kisah lengkapnya dalam video berikut ini.


Senin, 05 Agustus 2024

Kopi Kreatif 'KOKE', Menikmati Kopi Tanpa Diminum, Pelopor Aksesoris Kopi di Indonesia

Inovasi Yudhi Prasetyo menciptakan Kopi Kreatif 'KOKE' mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap kopi. Lebih dari sekadar minuman, tetapi juga gaya hidup yang dapat dinikmati oleh semua orang, termasuk mereka yang tidak dapat mengonsumsi kopi secara langsung karena alasan kesehatan.

Kini, Koke menawarkan ragam produk mulai dari gelang, pengharum mobil, hingga tasbih, minyak aroma terapi, parfum, dan kue kering. Namun, daya tarik utama Koke terletak pada inovasi pengharum mobil yang telah menjadikannya terkenal. Yudhi yakin bahwa konsumen akan terus memilih produk Koke berkat reputasi kualitasnya yang terjaga. Mereka ini gigih dalam mempertahankan standar tinggi dan terus berkreasi untuk tetap menjadi pilihan utama di pasar yang dinamis ini.

Cerita lengkap Yudhi dalam mengembangkan Kopi Kreatif bisa disimak dalam video berikut ini.


Peternakan Sultan Ala Gen Z Kandang Kambing Super Bersih Dan Mewah

Peternakan sering diidentik dengan tempat yang kotor dan bau, sehingga banyak orang enggan untuk melirik sektor peternakan. Dengan stigma te...