Hiduplah seorang pemuda sederhana bernama Humam. Ia dikenal sebagai sosok yang santai, penuh rasa ingin tahu, dan kadang suka mencoba hal-hal baru hanya karena… iseng. Begitulah awal kisahnya dimulai, ketika pada tahun 2017, Humam membeli seekor kambing jantan dan betina hanya karena tergoda dengan harga murah di pasar hewan.
Awalnya, tak ada niat besar di benaknya untuk menjadi peternak. Ia hanya ingin melihat bagaimana rasanya memelihara hewan ternak sendiri. Namun, hari demi hari berlalu, Humam justru semakin tertarik mendalami dunia peternakan. Ia mulai belajar soal brading kambing, teknik perkawinan silang untuk menghasilkan bibit unggul. Beberapa tahun ia fokus pada ternak kambing pedaging. Ia mulai menjual anakan, melayani pesanan qurban, dan pelan-pelan namanya mulai dikenal di kalangan peternak lokal.
Namun, titik balik dalam hidup Humam datang pada tahun 2019—tahun yang tidak akan pernah ia lupakan. Ibunya yang selama ini sehat dan aktif, tiba-tiba jatuh sakit karena terinfeksi virus COVID-19. Kondisinya lemah, nafsu makan hilang, dan obat dari puskesmas hanya bisa membantu sedikit.
Dalam keputusasaan, Humam teringat bahwa salah satu kambing betinanya baru saja melahirkan. Ia tahu dari beberapa bacaan bahwa susu kambing punya banyak manfaat, termasuk untuk meningkatkan imunitas. Maka, dengan tangan gemetar dan tanpa banyak ilmu, ia mencoba memerah susu kambing untuk pertama kalinya.
Dengan hati-hati ia memberikan susu itu pada ibunya. Hari demi hari, ibunya mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Nafasnya lebih ringan, tubuhnya lebih segar, dan senyumnya perlahan kembali. Bagi Humam, itu adalah mukjizat kecil yang mengubah cara pandangnya tentang ternak.
Sejak saat itu, Humam mulai serius mendalami peternakan kambing perah. Ia belajar dari komunitas online, ikut pelatihan, dan mengembangkan kandang khusus untuk kambing perah. Ia memilih jenis-jenis kambing unggulan seperti Saanen dan Etawa perah, mempelajari pakan, teknik pemerahan yang higienis, dan pengemasan produk.
Produk susu kambing Humam, yang awalnya hanya untuk konsumsi keluarga, mulai diminati tetangga. Lalu, dari mulut ke mulut, pesan WhatsApp, hingga akhirnya menjangkau pasar online. Ia memberi nama usahanya: "Uskam Farm"—sebuah simbol dari perjuangan, cinta pada keluarga, dan keajaiban yang lahir dari niat tulus.
Humam percaya bahwa segala sesuatu yang dimulai dari hati, akan menemukan jalannya sendiri menuju keberkahan. Dan siapa sangka, dari iseng beli kambing, kini ia bisa menghidupi keluarganya, membantu sesama, dan menginspirasi banyak orang.