Senin, 30 Juni 2025

JANGAN DULU RESIGN ! BEGINI CARANYA BANGUN BISNIS TANPA HARUS RESIGN DULU DARI PEKERJAAN

MANTAN KULI BANGUNAN INI SUKSES BISNIS ONLINE DAN BISNIS KULINER.

Bismillah,
Cerita kali ini datang dari pengusaha di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Joko Susilo akrab dipanggil Mas Joko adalah pengusaha muda yang bergerak di bisnis online dan kuliner. Beliau adalah salah satu sosok pengusaha muda yang sangat gigih dan ulet dalam merintis bisnis.

Cerita sukses mas Joko sangat menginspirasi kami. Beliau adalah mantan kuli bangunan, mantan pegawai pabrik yang kini sukses di bisnis fashion online hingga ratusan paket setiap harinya. Tidak hanya itu, beliau pun sukses di bisnis kuliner dengan brand Ayam Loncat yang kini sudah memiliki 3 cabang di wilayah Cikarang dan Bekasi.

Beliau memulai belajar bisnis sejak masih bekerja. Memulai dari modal kurang dari 1 juta hingga mampu sukses jadi pengusaha sukses seperti saat ini. Bukan hanya itu Mas Joko juga adalah pengusaha muda yang istiqomah dalam belajar ilmu-ilmu bisnis, sehingga wawasan bisnisnya tidak diragukan lagi. Ditambah lagi beliau pun sosok yang terus berjejaring menambah kolam relasi bisnis, teman-teman pebisnis dengan banyak mengikuti komunitas dan perkumpulan bisnis.
Yang membuat kami salut lagi aset usaha dan lainnya beliau miliki tanpa berhutang dan riba, MasyaAllah.

Jatuh bangun, susah senang dalam proses membangun bisnis sudah dia alami. Dari mulai kurang tidur karena merintis sambil kerja hingga hilangnya uang ratusan juta dibawa partner bisnisnya.

Beliau pun menceritakan bagaimana proses merintis usaha tanpa harus resign dulu dari pekerjaan. Dan bagaimana beliau menentukan kapan harus resign dan fokus pada usaha setelahnya.

Yuk simak kisah sukses Mas Joko, mantan kuli bangunan yang kini sukses dalam bisnis online dan kuliner.

Semoga tayangan ini membawa manfaat dan bisa kita ambil pelajaran baiknya untuk kita terapkan dalam usaha kita.

Senin, 23 Juni 2025

POTENSI USAHA KEBUN APEL PANEN 30 TON/ HEKTAR, PETANI MERAUP OMZET RATUSAN JUTA

Banyak orang sangat suka dengan buah apel, selain rasanya yang enak usahatani apel juga sangat menguntungkan. Karena sekali tanam pohon apel dapat dipanen berkali-kali hingga 40 tahunan. Selain itu untuk meningkatkan nilai banyak petani membuat olahan apel seperti cuka apel, keripik apel, dodol apel dll.

Bagaimana cerita selengkapnya ? Silahkan ditonton video berikut ini sampai selesai ya.

Senin, 16 Juni 2025

HOBI HARUS JADI UANG, GINI CARANYA MAS

Siapa sangka hobi bisa jadi sumber penghasilan? Inilah kisah inspiratif seorang pemuda yang awalnya hanya mencintai burung kicau, namun dengan tekad dan kerja keras, ia berhasil membangun usaha breeding burung kicau yang sukses!

Di video ini, kamu akan melihat:
✅ Perjalanan dari hobi sederhana hingga menjadi bisnis yang menjanjikan
✅ Tips merawat burung kicau agar sehat dan gacor
✅ Rahasia sukses dalam membangun usaha breeding burung kicau

Buat kamu yang punya hobi serupa atau sedang mencari inspirasi untuk memulai bisnis dari passion, video dibawah ini wajib kamu tonton!

Senin, 09 Juni 2025

Jamur Ajaib! Petani Muda Ini Buktikan Lingzhi Bisa Jadi Ladang Cuan & Khasiat untuk Kesehatan

Rahasia sukses budidaya jamur Lingzhi akhirnya terungkap! TanilinkTV bertemu dengan Mas Jamal, seorang petani muda dari Yogyakarta yang berhasil membudidayakan jamur Lingzhi, si jamur ajaib dengan harga selangit dan khasiat luar biasa untuk kesehatan.

Kita akan belajar memulai usaha budidaya Lingzhi atau disebut juga Ganoderma Lucidum. Bagaimana teknik perawatan yang digunakan, hingga strategi pemasaran agar jamur mahal ini laku di pasaran. Dari pembibitan hingga panen, semua dikupas tuntas. Jamur juga lingzhi memiliki segudang khasiat yang mampu membantu penyembuhan penyakit dan menjaga kesehatan tubuh.




Senin, 02 Juni 2025

Sandwich Generation: Anak Pertama Diwarisi Hutang 1 Miliar, Bangkit dg 20.000 Bebek / Bulan!

Bapak Ahmad Siddiq, seorang wirausahawan muda dari Tulungagung, memulai peternakan bebek hibridanya bukan dari nol, melainkan dari minus. Setelah lulus kuliah Manajemen di Universitas Airlangga, ia harus menghadapi kenyataan berat: warisan usaha keluarganya tengah limbung karena ayahnya sakit stroke dan meninggalkan hutang hampir satu miliar rupiah. Namun, semangat dan warisan ilmu dari sang ayah mendorong Ahmad untuk bangkit. Dengan bantuan paman yang memberikan bebek indukan secara cuma-cuma, ia memulai usaha peternakan bebek hibrida yang kini berkembang pesat. Produksinya mampu mencapai 10.000 hingga 20.000 ekor per bulan dengan sistem penetasan modern dan manajemen data yang rapi.

Perjalanan Bapak Ahmad Siddiq tidak mulus. Ia pernah mengambil keputusan bisnis yang terlalu cepat—menambah indukan tanpa memperhitungkan daya serap pasar, yang berujung kerugian hingga Rp5 juta per bulan selama setengah tahun. Terdesak, ia sempat menggunakan pinjaman berbunga sebelum akhirnya hijrah ke sistem syariah dan berkomitmen untuk melunasi seluruh hutangnya. Proses hijrah ini juga menguatkan spiritualitas dan kedekatannya dengan keluarga, terutama doa dan nasihat dari sang ibu. Nilai-nilai yang ditanamkan sang ayah seperti kejujuran dan pentingnya ibadah menjadi pegangan utamanya dalam membangun usaha.

Kini, Bapak Siddiq menjalankan peternakan bebek dengan efisiensi tinggi. Ia mencatat segala proses produksi secara detail, dari telur, persentase tetas, hingga distribusi DOD (Day-Old Duck). Ia juga paham betul bahwa dalam bisnis peternakan, keberhasilan sangat ditentukan oleh dua hal: manajemen pakan yang efisien dan pemasaran yang tepat sasaran. Impiannya besar—menguasai seluruh rantai bisnis bebek dari hulu ke hilir, termasuk produksi pakan sendiri hingga membuka warung makanan berbasis produk bebek. Lewat kisahnya, Bapak Siddiq berpesan kepada generasi muda bahwa beternak itu menjanjikan, asalkan disiplin, pakai data, dan sanggup bertahan minimal lima tahun.

Tonton hingga selesai video dibawah ini.


Peternakan Sultan Ala Gen Z Kandang Kambing Super Bersih Dan Mewah

Peternakan sering diidentik dengan tempat yang kotor dan bau, sehingga banyak orang enggan untuk melirik sektor peternakan. Dengan stigma te...