Kung Anggur adalah sebuah proyek agribisnis terpadu yang menggabungkan budidaya anggur, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Berlokasi di lahan pesantren Maftahul Ulum di Blitar, proyek ini dimulai saat pandemi sebagai alternatif kegiatan produktif yang memanfaatkan sumber daya lokal. Diinisiasi oleh Bapak Herianto dan Mas Risat, proyek ini tidak hanya untuk meningkatkan ekonomi pesantren, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan santri. Melalui pengembangan kebun anggur, ternak domba, dan kolam ikan nila, para santri mendapatkan keterampilan praktis yang dapat mereka bawa pulang ke masyarakat, mendukung kemandirian mereka selain pendidikan agama.
Kung Anggur juga menjadi pelopor dalam mempromosikan ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi dengan asosiasi anggur lokal dan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor anggur di Indonesia. Dengan membawa lebih dari 187 varietas anggur dari 17 negara, proyek ini menjadi laboratorium hidup bagi santri dan masyarakat sekitar dalam memahami agribisnis berkelanjutan. Filosofi proyek ini mendalam: dengan memuliakan tanaman anggur, diharapkan akan membawa kemuliaan dan manfaat bagi semua yang terlibat, mempererat hubungan antara pendidikan, budaya, dan lingkungan.
Simak cerita lengkap perjalanan Kung Anggur hanya di video berikut ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar