Senin, 11 Agustus 2025

Manfaatkan Potensi Alam Desa, Pemuda Ini Sejahterakan Ratusan Warga

Rizky Ranisa Nur'atma memulai usahanya dari bawah. Di masa SMA, ia sudah terbiasa berjualan buah musiman dan menjadi buruh angkut marmer demi membiayai sekolah sendiri. Dari situ, ia berkenalan dengan dunia kerajinan batu alam dan mulai memberanikan diri mengambil kredit bank untuk membeli pickup pertamanya. Bukan atas nama sendiri, tapi atas nama orang tua—dengan tekad bahwa semua tanggung jawab tetap ia pikul sendiri.

Dengan modal semangat dan keberanian, Rizki menawarkan produk batu alam ke toko-toko di Jogja dan Solo. Sepulang sekolah, ia menempuh perjalanan jauh hanya untuk menyodorkan sampel batu hasil produksi dari limbah marmer. Di tengah keterbatasan, ia tetap membayar gaji karyawan meski pernah kesulitan dan dimarahi orang tua. Baginya, lebih baik dirinya tidak makan daripada karyawan tak bisa menafkahi keluarganya.

Titik balik terjadi saat ada pesanan besar dari Facebook. Modalnya digunakan bukan untuk konsumsi pribadi, tapi untuk membeli mesin, memperluas produksi, dan membuka lapangan kerja. Dari hanya dua karyawan, kini ia memiliki sekitar 100 orang karyawan, 4 tempat produksi, dan jaringan outlet retail di berbagai kota: Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan, hingga Papua.

Rizki juga membangun outlet sendiri untuk memperbaiki cash flow, karena sistem pembayaran tempo dari toko-toko besar sering menghambat perputaran uang. Kini, selain produksi, ia juga menjalankan strategi penjualan langsung ke konsumen.

Uniknya, usaha ini tidak diwarisi dari orang tua, justru diturunkan ke orang tua. Rizki memberikan lahan dan mesin lamanya agar orang tuanya tetap bisa berkarya. Baginya, warisan terbaik bukanlah harta, tapi keteladanan.

Tonton kisah inspiratif lengkapnya hanya dalam video dibawah ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peternakan Sultan Ala Gen Z Kandang Kambing Super Bersih Dan Mewah

Peternakan sering diidentik dengan tempat yang kotor dan bau, sehingga banyak orang enggan untuk melirik sektor peternakan. Dengan stigma te...