Pulang ke kampung halaman, ia mencoba berbagai usaha: jualan onderdil motor hingga ayam kampung—semua gagal. Titik balik datang saat ia diajak kakak ipar mengantarkan katul (dedak) ke kandang peternak. Dari situ, ia mulai mengenal dunia pakan ternak dan memutuskan membuka toko sendiri.
Modal hanya Rp10 juta, untung pertamanya cuma Rp16.000 sehari. Namun Hengki konsisten. Istrinya belum bisa bantu karena mengurus anak, jadi ia keliling kampung bawa sampel katul, menawarkan langsung ke kandang-kandang. Perlahan permintaan naik. Kini, Berkah Kirana Grup miliknya bisa mengirim hingga 10 ton pakan per hari, melayani peternak kecil dan besar di Blitar Selatan.
Ia menjual katul dan jagung giling berbagai grade, menjaga kejujuran dan kualitas sebagai prinsip utama. Dari usahanya, Hengki bisa membangun rumah, gudang, membeli motor dan mobil, semua berawal dari kegagalan.
Baginya, kunci keberhasilan adalah tidak gengsi, jujur, hemat, dan siap bekerja keras. Lewat video ini, Hengki mengingatkan anak muda: jangan terlalu foya-foya, mulailah usaha dari sekarang, dan jangan takut jatuh, karena jatuh bukan akhir—asal tidak menyerah. Simak video lengkapnya dibawah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar