Konsep ini memanfaatkan barang-barang bekas dan bahan-bahan di sekitar, termasuk limbah organik, untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah penggunaan galon bekas untuk menampung air yang dapat diserap langsung oleh tanaman, sehingga mencegah pemborosan air. Tumbuhan, limbah rumah tangga, dan kotoran hewan menjadi elemen penting dalam penerapan pertanian organik ini.
Dengan kondisi alam yang kurang mendukung, pertanian sering dipandang sebelah mata. Namun, kehadiran Studio Tani yang digagas Pak Wiyono berhasil mengubah pandangan tersebut. Ia tidak bekerja sendiri, Pak Wiyono mengajak warga sekitar untuk ikut membangun ekosistem pertanian yang kuat dan mandiri.
Salah satu produk unggulan dari konsep ini adalah melon greenhouse premium. Kini, melon-melon berkualitas dapat ditemukan tumbuh subur di beberapa titik di kampung, dari green house yang berukuran kecil hingga besar. Keberhasilan melon greenhouse menjadi bukti nyata bahwa konsep "Cerdas Air" dengan galon bekas benar-benar bisa diterapkan dan berdampak nyata.
Tak heran, kini kampung tersebut menjadi tujuan kunjungan dari berbagai kalangan, mulai dari dinas terkait hingga masyarakat umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar